Pemenang Lomba Mars YPK Don Bosco

Pemenang Lomba Mars Yayasan Perguruan Katolik (YPK) Keuskupan Agung Medan (KAM) Don Bosco diumumkan pada 15 Oktober 2019, pukul 15.00 WIB di Aula Don Bosco, Jalan Timor, No. 34 Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus YPK KAM Don Bosco, dewan juri, seluruh peserta lomba dari unit TK, SD, SMP, dan SMA yang berada di bawah naungan Yayasan Don Bosco di Medan dan sekitarnya.

Acara dibuka dengan melantunkan lagu “Ya Namamu Maria” yang dipandu oleh ibu Sanny Samosir selaku Master of Ceremony (MC) dan dilanjut dengan yang dipimpin oleh Zetra H. Saragih. Kemudian, Rommer Samosir, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan kata sambutan disusul oleh Drs. L. Sitohang, perwakilan Pengurus YPK Don Bosco. Dalam sambutannya, Drs. L. Sitohang menyampaikan apresiasinya terhadap antusias peserta yang ikut dalam sayembara Mars YPK Don Bosco 2019.

Dalam sayembara ini, panitia penyelenggara menghadirkan tiga juri: Theodora Sinaga (composer, juri pesparawi tingkat daerah dan nasional, dosen di Unimed), Daud Kosasih (juri International choirs, pelatih paduan suara, dan komposer kota Medan), dan RP. Polyaman Purba, OFM Cap (composer gereja Katolik, pencipta lagu KAM Youth Day, dan sebagai imam di Paroki gereja St. Petrus-Medan Timur).

Dewan juri menyatakan bahwa ada sebanyak 60 file partitur lagu yang masuk ke email panitia lomba. Dalam jangka waktu 10 hari sejak 6 Oktober 2019, tim juri melakukan tugasnya secara bertahap. Tahap awal, masing masing juri mengumpulkan 11 karya terbaik dari seluruh peserta. Tahap kedua, menggabungkan hasil lomba terbaik dari masing-masing juri dan memutuskan 11 terbaik. Tahap terakhir, ketiga juri menentukan para juara. RP. Polyaman Purba, OFM Cap dan Daud Kosasih menambahkan bahwa mars harus mampu mewakili nilai spiritual dan motto YPK Don Bosco.

Ada beberapa pertimbangan dalam penilaian dewan juri, yakni lirik lagu, nilai spiritualitas, motto YPK, aransemen, musikalitas, kesesuaian lirik dan nada. Dengan demikian, dewan juri memutuskan 10 hasil cipta lagu terbaik, yakni SMP RK Serdang Murni-Lubuk Pakam, SMA St. Petrus, SMA St. Thomas 2 Medan, SMP Budi Murni 1 Medan, SMP St. Thomas 1 Medan, SMP Deli Murni Sukamaju, SMA Budi Murni 3 Medan, SMA Cinta Kasih Tebing Tinggi, NN-Juantri Munthe S.Pd, dan SD Katolik Diski.

Dan, pemenang utama disabet SMP St. Thomas 3 Medan. Pemenang utama mendapatkan piagam, piala serta uang tunai sebesar 10 juta rupiah, dan sepuluh lagu terbaik mendapatkan piala, piagam serta uang tunai sebesar 500 ribu rupiah. Hasil cipta lagu yang berhasil menjadi pemenang menjadi milik YPK Don Bosco dan berhak menggunakannya dalam setiap kesempatan.

Anni Manalu bersama rekannya Robert Garcia merasa senang, bangga, dan terinspirasi menjadi bagian dari 60 peserta yang ikut dalam sayembara dan festival lagu Mars YPK Don Bosco, dan menemukan satu jawaban bahwa mencipta lagu bukanlah hal yang mudah, butuh proses, seni jiwa, ilham dan inspirasi.

Bagi mereka berdua, menjadi juara bukanlah yang utama namun mewujudkan karya dan karsa layaknya fajar yang terbit di ufuk timur setiap waktu adalah sukacitanya. Hal ini senada dengan logo dan motto YPK Don Bosco KAM: “Guru adalah Oase dan Dian. Oase adalah kerinduan akan tempat yang sejuk dan menyenangkan. Demikian juga para guru adalah sosok Dian mandala, penerang kaum generasi pemimpin bangsa (homili Mgr. Anicetus B. Sinaga OFMCap)”. Semoga teman-teman yang ikut dalam sayembara ini tidak berhenti berkarya, teruslah berkarya nyata baik dalam seni, sains, olahraga, dan bidang-bidang lainnya.

Penulis: Anni Manalu, S.Pd, guru SMA Budi Murni 2 Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published.